Terbaru=>>
Loading...

Cara Balik Nama Sertifikat Tanah

Istilah balik nama memang seringkali membingungkan. Hal ini karena kebanyakan orang masih bingung dengan tata cara dan prosesnya. Apakah hanya cukup dengan mengantongi kuitansi pembayaran untuk sebidang tanah yang sudah dibeli demi melegalkan status hukum kepemilikan untuk sebidang tanah yang sudah dibeli tersebut? Namun tidak sesederhana itu. Anda harus melakukan tahap-tahap dalam cara balik nama sertifikat tanah dan bersabar melalui proses balik nama tersebut demi terlegalkannya pemindagtanganan kepemilikan untuk sebidang tanah dari penjualnya kepada anda, sebagai pembeli.

Nah, dalam artikel ini saya akan berikan sedikit informasi mengenai tata cara balik nama sertifikat tanah. Semoga ini bisa membantu dan memandu anda melalui beberapa prosesnya. Ada beberapa langkah yang harus anda lakukan, berikut panduan selengkapnya.


Cara Balik Nama Sertifikat Tanah


Tata Cara Balik Nama Sertifikat Tanah

  1. Sebelum anda bertransaksi, pastikanlah untuk mengecek terlebih dulu akan keaslian sertifikat lembaga terkait, yaitu Badan Pertanahan setempat. Umumnya untuk mengecek keabsahan akan dikenai biasaya sekitar Rp 25.000,- hingga Rp 100.000,- saja.
  2. Kalau tanah yang akan anda beli belum disertifikat, lakukanlah pengecekan riwayat tanah dan bukti kepemilikannya di kantor kecamatan ataupun kelurahan setempat, serta bukti batas tanahnya.
  3. Ketika anda melakukan proses transaksi, pastikanlah untuk menganut asas terang dan tunai. Ini berarti jual beli itu selain dicatat dengan kuitansi bermaterai juga sudah melunasi PBB atau pajak bumi dan bangunan, juga harus dilegalisir dengan AJB atau akta jual beli yang dibuat di depan PPAT atau pejabat pembuat akta tanah. Biaya yang dikeluarkan untuk AJB ini umumnya sekitar 0,5% hingga 1 % dari NJOP nya.
  4. Untuk proses tata cara balik nama sertifikat tanah, anda bisa langsung mendatangi badan pertanahan melalui PPAT jika ingin mengurusnya sendiri, atau bisa pula dengan memakai jasa notaris. 
  5. Kalau proses dilakukan sendiri, anda harus membawa surat pengantar dari PPAT, AJB, sertifikat asli, identitas pembeli dan penjual ataupun surat kuasanya beserta fotocopy KTP, bukti pelunasan SSBPHTB serta bukti penunasan SSP PPh. Semuanya dibawa ke badan pertanahan. Kalau belum mempunyai SPPT, anda perlu membuat keterangan dari kepala desa atau lurah terkait.


Nah, seperti itulah kurang lebihnya tata cara balik nama sertifikat tanah. Anda bisa mengurusnya sendiri atau juga memakai jasa notaris. Keduanya sama saja, anda masih harus menyiapkan beberapa syaratnya serta dana lebih untuk membayar notaris.