Terbaru=>>
Loading...

Cara Mengurus Sertifikat Tanah

Cara Mengurus Sertifikat Tanah - Tanah gurik merupakan istilah populer untuk sebidang tanah adat ataupun tanah lainnya yang belum dikonversi menjadi sebuah tanah hak tertentu. Misal hak milik, hak pakai, hak guna bangunan, dan hak guna usaha serta belum pula didaftarkan ataupun disertifikatkan di kantor pertanahan.

Peralihan hak atas tanah tersebut umumnya dilakukan di depan kepala desa atau lurah. Tetapi, banyak pula yang hanya dilakukan sesuai dengan kepercayaan masing-masing orang. Sehingga tidak ada surat apapun yang bisa digunakan untuk mengetahui kepemilikannnya. Dalam istilah hukum tanah, pensertifikat tanah tersebut sebagai Pendaftaran Tanah Pertama Kali.

Biasanya masyarakat cenderung takut dan malas untuk mengurus sertifikat tanahnya sendiri. hal ini karena prosedurnya yang terlau lama dan berbelit. Padahal, mengurus sertifikat kepemilikian tanah ini sangatlah penting untuk mencegah pihak lain mengambil keuntungan dari tanah tersebut.

Supaya lebih aman dan mudah melakukannya, anda bisa mendatangi kantor PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah ataupun notaris. Lalu bersama-sama mendatangi kantor BPN untuk mengetahui kondisi tanah yang akan dibeli atau dijual. Jangan memilih oknum calo, langsung saja datang ke kantor BPN. Nah, untuk itu saya juga akan membantu anda dengan memberikan cara mengurus sertifikat tanah. Berikut informasi selengkapnya.

Cara Mengurus Sertifikat Tanah


Tata Cara Mengurus Sertifikat Tanah Gurik


Berikut ini beberapa langkah sebagai tata cara mengurus sertifikat tanah.

  1. Meminta surat rekomendasi dari camat atau kepala desa atau lurah perihal tanah yang bersangkutan. Isinya menyatakan bahwa tanah tersebut belum disertifikatkan.
  2. Pembuatan surat keterangan dari kepala desa atau lurah atau ketua RT yang menyatakan tanah tersebut tidak sedang dalam keadaan sengketa.
  3. Pengukuran tanah dan peninjauan lokasi oleh pegawai kantor pertanahan
  4. Penerbitan surat ukur atau gambar situasi yang dilanjutkan pengesahannya oleh BPN atau kantor pertanahan.
  5. Cara mengurus sertifikat tanah selanjutnya dengan melakukan pembayaran BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sesuai luas yang ada di dalam surat ukur atau gambar situasi. Pembayaran tersebut dilakukan jika tanah yang dimohon berasal dari tanah garapan atau tanah negara. Pembayaran BPHTB ini juga dilakukan kalau pada saat proses pelaksanaan akta jual beli BPHTB itu belum dibayarkan.
  6. Proses pertimbangan oleh panitia pemeriksaan tanah A (panitia A)
  7. Pengumuman di kantor kelurahan dan kantor pertanahan setempat selama kurang lebih 2 bulan.
  8. Pengesahan pengumuman
  9. Penerbitan sertifikat tanah yang dilakukan oleh BPN atau kantor pertanahan setempat
  10. Proses pensertifikatan tanah ini hanya bisa dilakukan jika di waktu pengecekan tanah di kantor pertanahan dan kantor kelurahan terbukti bahwa tanah itu memang belum disertifikatkan dan selama prosesnya tidak ada pihak tertentu yang mengajukan keberatan. Apabila syarat itu sudah dipenuhi, maka proses pensertifikatan bisa ditempuh hanya dengan waktu lebih kurang 6 bulan hingga 1 tahun.


Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai tata cara mengurus sertifikat tanah gurik. Sesungguhnya caranya tidaklah terlalu rumit, hanya saja anda harus mengikuti semua prosedurnya dan mau sedikit bersabar menjalaninya.