Terbaru=>>
Loading...

Tata Cara Jual Tanah Dengan Mudah Dan Aman

Tentu saja jual beli tanah menjadi aktivitas yang seringkali terjadi dalam kehidupan bermsyarakat. Ketika si penjual dan si pembeli telah mendapatkan kesepakatan untuk semua hal mengenai tanah yang akan diperjual belikan, kedua belah pihak harus melaksanakan tata cara jual beli tanah. Nah, jali ini akan sedikit saya berikan panduan cara jual tanah.


Tata Cara Jual Tanah Dengan Mudah Dan Aman


Tata Cara Jual Tanah

Aktivitas jual beli tanah tidak akan berjalan lancar jika tidak diirngi dengan kerjasama antara kedua belah pihak, yakni penjual dan pembeli. Baik yang mau menjual ataupun yang membeli tanah harus bekerjasama melakukan beberapa langkah seperti di bawah ini:

1. AJB

Penjual dan pembeli harus mendatangi kantor PPAT untuk membuat AJB tanah. Jika daerah anda PPAT nya belum mencukupi, anda bisa mendatangi Camat sebagai pejabat yang berwenang.

2. Persyaratan Akta Jual Beli

Salah satu tata cara jual tanah adalah dengan membuat AJB, berikut persyaratan yang harus anda persiapkan.

  • Penjual
  1. Asli Sertifikat hak tanah yang akan dijual
  2. KTP dan KK
  3. Surat persetujuan suami istri untuk yang sudah berumahtangga
  4. Bukti pembayaran PBB

  • Calon Pembeli
Hanya perlu membawa KTP serta KK


3. Proses Pembuatan AJB di Kantor PPAT

a. Persiapan
  • Sebelum membuat AJB, PPAT melakukan pemeriksaan keaslian sertifikat di kantor pertanahan
  • Penjual membayar PPh atau Pajak Penghasilan jika harga jual tanah di atas Rp 60 juta di BANK ataupun kantor Pos
  • Calon pembeli membuat pernyataan bahwa dengan ia membeli tanah itu, ia tidak menjadi pemegang hak atas tanah, melebihi ketentuan batas luas maksimumnya.
  • Surat pernyataan dari penjual mengenai tanah yang tidak dalam sengketa
  • Jika dalam keadaan sengketa, PPAT menolak pembuatan AJB


b. Pembuatan
  • Dihadiri oleh kedua belah pihak atau oleh orang yang diberikan kuasa secara tertulis
  • Dihadiri minimal 2 saksi
  • PPAT membacakan akta, menjelaskan isi dan maksut pembuatannya
  • Ketika sudah disetujui oleh kedua pihak, akta ditandatangani oleh keduanya, para saksi serta PPAT
  • Akta dibuat 2 lembar, masing-masing untuk kantor PPAT dan kantor Pertanahan untuk keperluan balik nama (pendaftaran)
  • Penjual dan pembeli masing-masing mendapat salinannya
  • PPAT menyerahkan berkas AJB pada kantor Pertanahan untuk balik nama sertifikat yang dilaksanakan maksimal seminggu setelah akta ditandatangani
  • Berkas yang diserahkan:
  • Surat permohonan balik nama ditandatangani calon pembeli
  • Sertifikat hak tanah
  • AJB
  • KTP penjual dan pembeli
  • Bukti pelunasan PPh dan BPHTB
  • Proses di Kantor Pertanahan
  • Setelah menerima berkasnya, kantor Pertanahan kemudian memberikan tanda bukti penerimaannya pada PPAT yang kemudian diserahkan pada pembeli
  • Nama pemegang hak lama dalam buku dan sertifikat dicoret menggunakan tinta hitam serta diparaf oleh Kepala Kantor Pertanahan
  • Nama pemegang hak yang baru ditulis di halaman dan kolom yang ada di dalam buku dan sertifikat lengkap dengan tanggal pencatatan serta tanda tangan Kepala Kantor Pertanahan
  • Maksimal 2 minggu pembeli sudah mendapat sertifikat atas namanya



Nah, seperti itulah prosedur tata cara jual tanah yang sebenarnya. Memang sekilas terlihat ruwet namun hal ini sangatlah penting. anda harus lebih bersabar dalam menjalani prosesnya agar kedua belah pihak bisa mendapatkan hak nya sama rata.