Terbaru=>>
Loading...

Tata Cara Membeli Tanah

Tentu saja jual beli tanah menjadi hal yang seringkali terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Ketika kedua belah pihak antara si penjual dan pembeli sudah sepakat untuk melaksanakan jual beli tanah, kedua belah pihak harus melakukan tata cara jual beli tanah. Nah, berikut ini cara membeli tanah yang harus anda ikuti untuk mendapatkan sertifikat tanah yang sudah dibeli.

Tata Cara Membeli Tanah


Tata Cara Membeli Tanah


1. AJB atau Akta Jual Beli

Kedua belah pihak yakni penjual dan pembeli mendatangi kantor PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah untuk membuat AJB atau Akta Jual Beli tanah. 

2. Persyaratan yang Harus Disiapkan

Dalam tata cara membeli tanah untuk membuat sertifikat anda harus mempersiapkan beberapa syaratnya seperti:

  • Pihak pertama atau penjual membawa Asli Sertifikat hak tanah, KTP suami dan istri yang masih berlaku (jika salah satunya meninggal, harus dibawa akte kematian), bukti pembayaran PBB terakhir hingga 5 tahun ke belakang, surat persetujuan suami/isteri untuk yang telah berkeluarga, dan Kartu Keluarga atau KK
  • Pihak kedua atau calon pembeli hanya perlu membawa KTP dan Kartu Keluarga saja.

3. Prosesnya

-  Persiapan

  • PPAT memeriksa keaslian sertifikat di kantor pertanahan
  • Penjual membayar PPh sebesar 5% dari Harga Transaksi di Kantor Pos atau BANK
  • Calon membeli bisa membuat pernyataan bahwa dengan membeli tanah itu, dia tidak menjadi pemegak  hak untuk tanah yang melebihi dari ketentuan batas luas maksimum
  • Surat yang menyatakan bahwa tanah tidak dalam keadaan sengketa dari penjual
  • Jika ternyata tanah dalam keadaan sengketa ataupun tanggungan BANK, PPAT menolah pembuatan AJB


- Pembuatan

  • Pembuatan akta dihadiri oleh calon pembeli dan penjual ataupun 2 orang yang diberikan kuasa secara tertulis
  • Minimal dihadiri 2 orang saksi
  • PPAT membacakan dan menjelaskan isi sereta maksut pembuatan akta
  • Ketika isi akta sudah disetujui oleh kedua belah pihak, akkta ditandatangani oleh keduanya, saksi dan PPAT.
  • Akta dibuat 2 lembar untuk disimpan masing-masing di kantor PPAT dan kantor pertanahan
  • Pembeli dan penjual mendapatkan salinannya


4. Langkah cara membeli tanah selanjutnya yakni:

  • Kwalidasi SSB di kantor PBB
  • PPAT menyerahkan berkas AJB di kantor pertanahan


5. Melengkapi berkas:

  • Surat permohonan balik nama ditandatangani oleh pembeli
  • AJB PPAT yang sudah lengkap
  • Asli sertifikat hak tanah
  • Fotokopi KTP pembeli dan penjual dilegalisir
  • Bukti pelunasan PBB tahun terakhir
  • Bukti pelunasan BPHTB


6. Proses Selanjutnya

  • Setelah mendapatkan berkas, Kantor Pertanahan memberikan tanda bukti penerimaan surat permohonan balik nama pada PPAT yang kemudian tanda bukti tersebut diserahkan pada pembeli
  • Nama penjual di buku tanah serta sertifikat dicoret menggunakan tinta hitam yang diparaf oleh Kepala Pertanahan
  • Nama pembeli ditulis di halaman dan kolom yang ada di buku serta sertifikat yang dibubuhi tanggal pencatatan serta tandatangan Kepala Kantor Pertanahan


Demikianlah tata cara membeli tanah sesuai prosedur. Semoga dengan artikel ini bisa membantu anda mendapatkan sertifikat tanah secara lebih mudah.